Jenis Pewarna Alami

 Boga Dasar

Bahan tambahan makanan alami berasal dari sumber alami, berupa ekstrak pigmen dari tumbuh-tumbuhan atau hewan dan zat pewarna mineral. Karotenoid (pigmen warna kuning, merah oranye), klorofil: pigmen warna hijau, antosianin berasal dari pigmen merah, biru, dan violet. Pewarna alami merupakan alternatif untuk menggantikan penggunaan pewarna buatan, misalnya ekstrak daun pandan atau daun suji untuk warna hijau, kunyit untuk warna kuning. Penggunaan bahan pewarna alami juga ada batasannya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, contoh:

  • Karamel, berwarna coklat digunakan untuk selai/jeli (200 mg/kg)
  • Beta karoten, berwarna merah jingga digunakan untuk es krim (100 mg/kg), keju (600 mg/kg)
  • Kurkumin, berwarna kuning jingga untuk es krim dan sejenisnya (50 mg/kg)

Beberapa bahan alami dapat digunakan sebagai pewarna, daun suji biasa dipakai sebagai pemberi warna hijau pada makanan. Agar lebih sempurna, daun suji seringkali dicampur dengan daun pandan sehingga selain memberi warna sekaligus juga memberi aroma harhum pada makanan, kue dan minuman. Cara membuatnya adalah dengan menghaluskan daun suji dan daun pandan, kemudian diperas, dan disaring, lalu ditambahkan air kapur sirih sebagai pengawetnya. Supaya dapat digunakan dalam waktu lama air daun suji harus dimasukkan kedalam botol tertutup, dan simpan di lemari pendingin.

Jenis Pewarna Alami

Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) adalah tanaman berkayu yang biasa dimanfaatkan bagian batangnya. Cara menggunakannya, batang basah diserut dan dikeringkan. Serutan batang kayu secang kering direbus dengan air dan disaring, kemudian dicampurkan ke dalam adonan atau bahan yang akan diwarnai. Secang memberikan warna merah, kayu secang dapat diperoleh di toko Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) adalah tanaman berkayu yang biasa dimanfaatkan bagian batangnya. Cara menggunakannya, batang basah diserut dan dikeringkan. Serutan batang kayu secang kering direbus dengan air dan disaring, kemudian dicampurkan ke dalam adonan atau bahan yang akan diwarnai. Secang memberikan warna merah, kayu secang dapat diperoleh di toko tradisional.

Angkak merupakan salah satu produk fermentasi beras menggunakan kapang, memiliki warna merah angkak potensial sebagai pengganti warna merah sintetis. Saat ini angkak digunakan pada berbagai produk makanan seperti pada pembuatan anggur, keju, sayuran, pasta ikan, kecap ikan, minuman beralkohol, aneka kue, serta produk olahan daging seperti sosis. Angkak digunakan dengan cara diseduh dengan menggunakan air panas, air seduhan pertama dan kedua dibuang karena rasanya pahit, kemudian pada seduhan ketiga disaring dan angkak dihaluskan. Pewarna merah juga dapat diperoleh dari bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dengan cara diseduh air panas terlebih dahulu sebelum digunakan, atau diperoleh dari bit yang direbus lalu diambil airnya, atau menghancurkan bit dengan cara diblender.

Bunga telang memberikan warna biru keunguan, bunga ini banyak tumbuh di Asia. Warna biru keunguannya dapat digunakan sebagai pewarna alami biru pada makanan. Cara menggunakannya, bunga telang dicuci bersih lalu diremas atau ditumbuk dengan sedikit air matang, kemudian disaring. Bisa juga dengan merebus bunga telang hingga bunga layu, kemudian saring dan diambil airnya (berwarna biru). Alternatif lain bisa juga dengan cara merendam bunga telang dengan air panas hingga airnya berwarna biru, lalu di remas, saring, dan diambil airnya. Untuk menyimpan dalam waktu lama, bunga telang bisa dikeringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari, lalu dimasukkan ke dalam kemasan yang kering dan tertutup.

Kunyit, warna kuning dari kunyit diperoleh dengan cara diparut sampai halus, diperas atau dicampurkan langsung kedalam makanan. Saat ini bubuk kunyit banyak dijual di toko swalayan

Author: 

No Responses

Comments are closed.