Konsep dan Latar Belakang Hygiene dan Sanitasi Makanan

 K3 Bidang Makanan

KASUS: AREA PENGOLAH MAKANAN
Seorang konsumen mendatangi sebuah rumah makan yang terlihat cukup nyaman, Tiba-tiba dia merasa ingin buang air kecil dan mencari toilet. Saat berjalan kearah toilet, secara tidak sengaja konsumen tersebut melihat area pengolahan makanan pada restoran tersebut yang nampak kotor dan berantakan serta cara penyiapan makanan yang tidak hygienis. Tiba-tiba keinginan buang air kecilnya dan selera makannya hilang. Konsumen tersebut segera berbalik dan pergi meninggalkan rumah makan tersebut untuk mencari tempat makan lainnya.

  • Apa yang ada di benak konsumen diatas menurut pendapat kalian? Mengapa dia berfikir seperti itu?
  • Apa yang harus kalian lakukan jika berada pada posisi pengusaha rumah makan tersebut!

Kalian telah membaca kasus tersebut diatas! Berdasarkan kasus diatas terlihat betapa besarnya peran hygiene dan sanitasi di bidang makanan.
Penerapan hygiene dan sanitasi makanan menjadi sangat penting antara lain disebabkan oleh:

  • Persaingan yang semakin ketat antar industri makanan, dengan semakin banyaknya industry di bidang makanan
  • Tuntutan konsumen terhadap kebersihan, keamanan dan rasa makanan yang dibeli serta kenyamanan lingkungan serta kecepatan pelayanan makanan yang disajikan.
  • Kompensasi biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha bila terjadi resiko hygiene.
  • Kelangsungan hidup perusahaan jika terjadi resiko hygiene.

Namun penerapan hygiene dan sanitasi makanan saat ini masih menemui beberapa kendala antara lain:

  • Hygiene dan sanitasi makanan masih dianggap sebatas ilmu, belum diterapkan secara menyeluruh.
  • Masih ada sebagian pengusaha kurang menyadari, kurang peduli terhadap hygiene dan sanitasi makanan serta kurang tanggung jawab terhadap kualitas produk makanan yang diproduksinya.

Author: 

No Responses

Comments are closed.