Home / Artikel / Konsep dan Teori Teknologi Pangan

Konsep dan Teori Teknologi Pangan

Secara alamiah, manusia selama hidupnya selalu membutuhkan makanan baik yang berasal dari hasil nabati maupun hewani. Di negara berkembang , kekurangan bahan pangan bukanlah merupakan hal yang baru. Usaha-usaha peningkatan produksi hasil pertanian nabati telah banyak dikerjakan, terutama sejak dicanangkan ide Revolusi Hijau pada tahun 70-an. Namun keberhasilan meningkatkan produksi bahan pangan nabati di Indonesia masih terbentur dengan masalah pertumbuhan penduduk yang masih besar. Apabila pertumbuhan penduduk sebesar 2%, maka dalam jangka waktu 35 tahun penduduk Indonesia akan mencapai sekitar 320 juta. Masalah lain adalah banyaknya petani di pedesaan yang mempunyai lahan pertanian sempit. Disamping itu tingkat kerusakan pasca panen masih tinggi yang berkisar antara 30-40%, sehingga segala usaha untuk menangani kerusakan pasca panen akan membantu mengurangi masalah kekurangan pangan.


Untuk mendapatkan hasil yang optimal baik ditinjau dari segi daya simpan, nilai gizi, nilai ekonomis, dan lain-lain maka suatu teknologi harus diterapkan pada hasil pertanian tersebut. Teknologi yang menyangkut penggunaan ilmu (science) dan keteknikan (engineering) secara praktis, yang dikaitkan dengan bahan pangan, sering disebut Teknologi Pangan atau Teknologi Bahan Makanan. Teknologi ini sering disebut pula sebagai Teknologi Pasca Panen, karena diterapkan pada bahan pertanian setelah dipanen.

Apakah penting mempelajari pangan? Jawabnya iya sangat penting. Mengapa?

untuk menjawabnya, mari kita mulai dari adanya ide tentang Revolusi Hijau. Revolusi Hijau yang lahir pada tahun 70-an, dikenal juga dengan revolusi agraria yaitu suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional berubah ke cara modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Definisi lain menyebutkan revolusi hijau adalah revolusi produksi biji-bijian dari penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari varietas gandum, padi, jagung yang membawa dampak tingginya hasil panen. Tujuan revolusi hijau adalah meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara penelitian dan eksperimen bibit unggul. Gagasan tentang revolusi hijau bermula dari hasil penelitian dan tulisan Thomas Robert Malthus (1766-1834) yang berpendapat bahwa “Kemiskinan dan kemelaratan adalah masalah yang dihadapi manusia yang disebabkan oleh tidak seimbangnya pertumbuhan penduduk dengan peningkatan produksi pertanian. Pertumbuhan penduduk sangat cepat dihitung dengan deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, dst.), sedangkan peningkatan produksi pertanian dihitung dengan deret hitung (1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, dst.)”. Malthus juga mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan.

Akibatnya pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup, yang artinya manusia dapat mengalami ancaman kelaparan. Pengaruh tulisan Robert Malthus tersebut, muncul:

  1. Gerakan pengendalian pertumbuhan penduduk dengan cara pengontrolan jumlah kelahiran;
  2. Gerakan usaha mencari dan meneliti bibit unggul dalam bidang pertanian. Perkembangan Revolusi Hijau juga berpengaruh terhadap Indonesia.

Upayapeningkatan produktivitas pertanian Indonesia dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Intensifikasi Pertanian
    Intensifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan menerapkan formula pasca usaha tani (pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, pemupukan, irigasi, dan pemberantasan hama).
  2. Ekstensifikasi Pertanian
    Ekstensifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan memperluas lahan pertanian, biasanya di luar Pulau Jawa.
  3. Diversifikasi Pertanian
    Diversifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan cara penganekaragaman tanaman, misal dengan sistem tumpang sari (di antara lahan sawah ditanami kacang panjang, jagung, dan sebagainya).
  4. Rehabilitasi pertanian
    Rehabilitasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan cara pemulihan kemampuan daya produktivitas sumber daya pertanian yang sudah kritis.

About admin