Kue Tradisional Nusantara

 Artikel, Bahan Makanan

Kue tradisional Nusantara biasanya dijual di pasar-pasar tradisional hanya pada waktu pagi hari, walaupun ada beberapa tempat yang menjualnya hingga siang bahkan sore hari. Ada juga jenis kue kering yang dijual di toko oleh-oleh dan sejenisnya, karena lebih tahan lama.

Masyarakat biasa mengonsumsi kudapan tradisional ini bersama teh atau kopi pada saat bersantai di pagi hari atau sore hari. Kue tradisional Nusantara cukup digemari karena harganya yang relatif murah, dan rasanya yang ringan dan akrab di lidah, sehingga dapat dikonsumsi di setiap waktu, jadi santapan saat kumpul bersama teman atau keluarga dan semacamnyam, serta fisiknya yang mudah dibawa. Namun, beberapa jenis kue tradisional Nusantara tidak dapat bertahan lama alias cepat basi, oleh karena itu biasanya langsung harus dihabiskan di hari yang sama. Hal ini disebabkankan makanan ini menggunakan bahan-bahan alami seperti santan dan tanpa pengawet buatan.

Sebagian besar kue-kue tradisional Nusantara menggunakan bahan dasar tepung beras, tepung ketan, tepung hunkwe, sagu, atau tepung kanji/tapioka, walaupun ada juga jenis kue yang menggunakan tepung terigu. Selain itu bahan-bahan yang juga biasa digunakan seperti talas, ubi jalar, ubi kayu/singkong, kelapa dan santan. Beberapa bahan pendamping yang sering digunakan yaitu tape ketan, tape singkong, kolang-kaling, kacang-kacangan, pisang dan biji mutiara. Kue tradisional Nusantara menggunakan gula merah atau gula palem sebagai bahan pemanis, dan menggunakan pewarna alami seperti dari daun suji atau kunyit. Beberapa jenis kue disajikan bersama daun pembungkusnya. Daun yang umumnya digunakan adalah daun pisang, daun pandan atau daun kelapa.

Salah satu keistimewaan kue-kue tradisional dibandingkan jenis santapan lain adalah rasanya yang paten. Sejak dulu hingga sekarang rasanya tetap sama, tidak ada penambahan rasa misalnya
rasa buah stroberi, anggur, dan lain-lain. Cita rasa tradisional yang ditimbulkan pun sangat kental dengan budaya Indonesia. Selain itu, proses pembuatannya terkadang masih menggunakan cara tempo dulu sehingga menimbulkan kekhasan yang tidak bisa ditandingi dengan peralatan modern.

Author: 

No Responses

Comments are closed.