Home / Pengolahan Makanan / Pengertian Proses Pemanggangan

Pengertian Proses Pemanggangan

Proses pemanggangan atau pembakaran adalah proses pemanasan pada bahan makanan yang langsung dipanaskan di atas api atau bara api. Pada pemanggangan bahan makanan dapat dipotong
menjadi bagian kecil-kecil dan dibakar di atas rak pemanggang. Pemotongan ini berfungsi untuk mempercepat matangnya bahan yang dipanggang dan mempermudah saat mengkonsumsinya. Contoh makanan yang dipotong dahulu sebelum dipanggang adalah sate. Tetapi ada juga makanan yang dibakar secara utuh tanpa dipotong, misalnya ubi bakar, ayam, atau kambing guling, babi guling dan sebagainya. Sehingga cara mengkonsumsinya menggunakan alat pemotong seperti pisau dan garpu. Bahan makanan yang dibakar/dipanggang akan menimbulkan aroma yang khas dari lemak yang keluar dari bahan makanan atau bumbu yang dioleskan.

Pepes juga termasuk contoh makanan yang biasa dimasak dengan proses pemanggangan. Pada pembuatan pepes, bahan yang akan dipepes dicampur dengan berbagai bumbu sepeti kunyit, laos, sereh, bawang merah, bawang putih, dan dibungkus dengan daun pisang. Jenis pengolahan masakan ini umumnya terdapat di daerah Jawa Barat. Bahan makanan yang biasa dimasak pepes adalah ikan, tahu, jamur, oncom dan sebagainya.

Contoh lain dari masakan yang diolah dengan proses pemanggangan adalah katupe dendeng rabu dari Sumatra Barat. Proses pembuatan masakan tersebut yaitu, paru sapi direbus hingga matang, dilumuri garam dan sedikit minyak, kemudian dipanggang.

Sedangkan proses pengolahan dengan cara pemanasan yang tidak langsung adalah pemanasan menggunakan udara atau uap air. Penggunaan udara panas ini misalnya pada oven. Suhu yang digunakan biasanya diatas 1000C. Makanan yang diolah menggunakan oven akan menghasilkan makanan yang relatif kering. Misalnya saja kue-kue kering seperti kue nastar, putri salju, lidah kucing, dan lain-lain. Akan tetapi ada juga yang menghasilkan kue basah seperti cake, lapis legit dan bolu dan sebagainya

Pada zaman dahulu, saat oven belum banyak digunakan di Indonesia, kue bolu dimasak menggunakan cetakan bolu khusus yang dapat dimasak di atas kompor biasa. Akan tetapi cetakan tidak langsung dipanaskan di atas kompor, tetapi harus ada pasir yang ditempatkan pada wadahnya (sudah satu set dengan cetakan). Pasir ini berfungsi untuk menghantarkan panas agar panas lebih merata mengenai seluruh permukaan bawah cetakan dan menjaga kestabilan suhu sehingga dapat mencegah gosong.

Selain pemanasan menggunakan udara kering, jenis proses pemanasan tidak langsung lainnya adalah pemanasan menggunakan uap air. Proses pengolahan makanan dengan pemanasan menggunakan uap air disebut mengukus. sPengukusan merupakan pemasakan bahan makanan dengan uap air yang mendidih. Alat yang digunakan untuk pengukusan berupa dandang yaitu wadah yang terdiri dari dua bagian. Bagian bawah untuk air pengukus sedangkan bagian atas sebagai tempat makanan yang dikukus. Diantara dua bagian itu, terdapat sekat yang berlubang sehingga uap air dapat keluar mengenai bahan yang dikukus.

About admin