Home / Makanan Indonesia / Perbedaan menggoreng dengan minyak banyak dan minyak sedikit

Perbedaan menggoreng dengan minyak banyak dan minyak sedikit

Proses pemanasan bahan makanan dengan menggunakan minyak goreng dibagi menjadi; menggoreng dengan minyak banyak dan menggoreng dengan sedikit minyak.

1) Menggoreng dengan minyak banyak


Proses menggoreng dengan minyak banyak adalah memanaskan bahan makanan dengan menggunakan minyak banyak, disebut sebagai deep frying. Dengan cara ini panas akan mengenai seluruh permukaan bahan secara merata sehingga bahan akan matang secara merata. Perubahan warna pada bahan makanan yang digoreng juga akan merata sehingga semua bahan yang digoreng tenggelam dan berada pada titik didih minyak goreng. Bahan makanan yang digoreng akan mengalami pemanasan, dan panas akan mengenai permukaan bahan terlebih dahulu kemudian menuju ke bagian tengah dengan pusat bahan yang digoreng. Karena bahan mengalami pemanasan, maka air dalam bahan makanan akan menguap dan minyak goreng akan masuk ke dalam bahan sehingga
makanan yang telah digoreng akan lebih berminyak dan kering. Hal inilah yang dapat merubah sifat dari bahan yang digoreng. Dengan digoreng, daging yang basah akan menjadi kering, adonan rempeyek yang berbentuk cairan kental dapat berubah menjadi rempeyek yang renyah, telur yang digoreng akan menjadi padat dan sebagainya. Proses menggoreng juga dapat memperbaiki flavor dari bahan seperti pada saat menggoreng ikan. Ikan laut mentah yang berbau amis, setelah diberi bumbu dan kemudian digoreng, aromanya berubah menjadi sedap. Warna dari bahan yang digoreng juga dapat berubah, misalnya tempe berubah menjadi kecoklatan.

2) Menggoreng dengan sedikit minyak


Menggoreng dengan minyak sedikit adalah menggoreng bahan makanan menggunakan sedikit minyak, sehingga bahan makanan yang tercelup dalam minyak hanya sebagian. Pada saat menggoreng dengan cara seperti ini harus diikuti dengan membalik bahan makanan agar tidak matang pada satu sisi saja. Kelebihan cara ini adalah minyak goreng yang terserap dalam makanan yang digoreng lebih sedikit jika dibandingkan dengan makanan yang digoreng dengan minyak banyak. Contoh menggoreng dengan sedikit minyak adalah menumis. Menumis adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan sedikit minyak yang sudah panas dalam wajan. Biasanya bahan yang akan ditumis diiris dahulu menjadi potongan-potongan kecil. Minyak goreng atau margarin yang digunakan sebagai pengantar panas yang berfungsi juga menambah rasa gurih. Dalam melakukan penumisan digunakan panas api sedang agar minyak tidak terlalu panas dan tidak mudah gosong.

Penumisan dilakukan dengan memasukkan bahan masakan setelah minyak atau margarin panas, dengan memasukkan berurutan berdasarkan tingkat kecepatan matangnya. Bahan masakan segera diaduk rata agar minyak membasahi seluruh permukaan bahan. Selanjutnya bisa dilakukan penutupan wajan, dengan sesekali dibuka dan membalik atau mengaduk masakan yang tumis. Begitu tampak asap membumbung tutup wajan dibuka sampai proses penumisan selesai. Penumisan berfungsi mengeluarkan flavor dari bahan misalnya bumbu bumbu untuk sayur ditumis dahulu agar flavor dari bumbu dapat keluar, selanjutnya dapat meningkatkan aroma sayur. Bumbu yang ditumis hendaknya tidak terlalu matang karena akan menimbulkan bau gosong.

About admin