Home / Pengolahan Makanan / Proses Pembuatan Dodol Buah

Proses Pembuatan Dodol Buah

Untuk membuat dodol buah hendaknya diawali dengan persiapan alat dan bahan yang diperlukan. Peralatan yang digunakan adalah kompor, baskom, pisau, wajan, blender, dan loyang. Disamping itu bahan-bahan seperti buah, santan, tepung beras ketan, gula merah dan gula pasir disiapkan sesuai dengan keperluan. Langkah selanjutnya untuk membuat dodol buah adalah meliputi tahapan proses sebagai berikut :

Pemilihan bahan dasar

Bahan dasar untuk membuat dodol buah adalah buah-buahan, di mana buah yang digunakan harus dipilih atau disortir dengan tujuan untuk memisahkan buah yang tidak sesuai dengan kriteria atau buah yang dipersyaratkan untuk diolah menjadi dodol, misalnya buah dipilih dan dipisahkan dari buah yang rusak, tidak rusak, matang, mentah, busuk dan lain-lain. Kualitas bahan dasar akan berpengaruh terhadap kualitas produk akhir, sehingga bila bahan dasar tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan maka dodol yang dihasilkan juga akan memiliki kualitas yang kurang baik.

Pemasakan Santan

Santan kental yang diperoleh dari hasil pemerasan kelapa tua parut dimasak dengan api sedang sambil diaduk-aduk sampai diperoleh santan kanil yang kental dan agak berminyak.

Pemasakan Tepung Beras Ketan

Sebelum dicampur dengan bahan lain, tepung beras ketan yang digunakan dimasak dengan cara disangrai atau digoreng tanpa minyak dengan api kecil sampai matang dan warnanya agak kuning. Tujuannya agar tepung beras ketan benar-benar matang dantepung tidak terasa mentah pada hasil akhir.

Pengambilan Daging Buah

Daging buah, sebagai bagian yang akan dibuat menjadi dodol, dipisahkan dari bagian lain yang tidak diperlukan. Untuk buah yang mempunyai kulit, biji, dan bagian lain yang harus dipisahkan, dipisahkan dari bagian-bagian tersebut. Untuk buah yang tidak perlu dikupas, dibersihkanatau dicuci sebelum digunakan.

Penghancuran

Daging buah yang diperoleh selanjutnya dihancurkan dengan diparut atau diblender. Proses penghancuran ini bertujuan agar pada saat dicampur dengan bahan-bahan lain akan tercampur dengan rata.

Pencampuran

Bubur buah, santan kanil, tepung beras ketan sangrai, gula merah dan gula pasir ditimbang sesuai kebutuhan, kemudian dicampur sampai rata. Pencampuran ini bertujuan untuk memudahkan dalam pemasakan dan mendapatkan produk akhir terbaik, tidak bergumpal-gumpal dan tidak rata.

Pemasakan

Bahan-bahan yang telah tercampur rata selanjutnya dimasak dengan api sedang sambil diaduk-aduk. Pengadukan bertujuan selain untuk mencampur adonan secara merata, juga berfungsi untuk meratakan panas selama pemasakan. Panas yang tidak merata akan mengakibatkan tingkat kematangan adonan yang tidak merata, juga dapat menyebabkan kegosongan pada dasar wajan. Pemasakan dilakukan sampai adonan matang dengan ciri-ciri kental dan sudah tidak lengket di tangan. Setelah adonan matang, ditambahkan minyak goreng atau margarin kemudian diaduk lagi beberapa saat sampai tercampur rata, lalu diangkat dari api.

Pendinginan

Selanjutnya dodol yang telah matang dimasukkan ke dalam loyang untuk didinginkan. Pendinginan bertujuan untuk mempermudah pemotongan dan pembungkusan.

Pemotongan dan Pembungkusan

Setelah dodol benar-benar dingin, dodol dipotong-potong sesuai selera, kemudian dibungkus dengan plastik. Selanjutnya dodol siap dikonsumsi atau dapat disimpan dalam wadah yang kering, dan juga dapat dikemas lebih lanjut untuk dijual.

About admin